Senin, 16 Januari 2012

BLOG

Blog berasal dari asal kata web log. Web artinya Internet, dan log artinya adalah catatan. Secara harfiah, blog bisa didefinisikan sebagai catatan harian yang ditulis dan dipublikasikan di Internet. Salah satu di antara definisi paling awal tentang blog dicetuskan oleh Rebecca Blood, pemilik blog www.rebeccablood.net dan penulis buku The Weblog Handbook, menurut Rebecca blog adalah sebuah halaman web, dengan tulisan terbaru diletakkan di bagian isi paling atas, isinya sering diperbarui – kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Seringkali di sisi dari halaman web tersebut ada sebuah daftar link (tautan) yang merujuk ke halaman sejenis.

Sedangkan beberapa pakar lainnya mengungkapkan hal yang hampir sama mengenai definisi dari blog. Sebagai contoh menurut Lindahl dan Blount (2003). Dalam artikel yang dimuat dalam majalah computer IEEE ini, keduanya menyebutkan bahwa blog adalah suatu situs yang menggunakan format catatan (log) bertanggal (date and time) yang digunakan untuk menerbitkan informasi secara berkala (periodical).

Enterprise (2008) mengatakan bahwa blog merupakan suatu alat bantu yang sangat potensial untuk meningkatkan intensitas interaksi antara para mahasiswa dengan rekan satu kampus atau dengan blogger serta komunitas lain yang ada di dunia maya.

Sementara itu, Du dan Wagner (2005) mengatakan bahwa blog merupakan teknologi yang mampu memfasilitasi para pelajar untuk mengekspresikan diri secara kreatif, visible (terindeks oleh mesin pencari seperti Google sehingga lebih mudah ditemukan oleh netter yang membutuhkan informasi yang ada dalam blognya), dan accountable (menjaga integrasi dirinya dengan apa yang ditulisnya dalam blog sehingga dapat memerangi tradisi tumpang nama).

2.5.2 Jenis Blog

Secara umum, blog dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

1. Blog sebagai buku harian

Salah satu jenis tulisan yang banyak terdapat di blog adalah kisah yang dialami oleh penulis dalam kehidupan sehari-harinya. Tulisan tersebut bisa menggambarkan pribadi penulisnya sehingga blog juga bisa berfungsi sebagai buku harian.

2. Blog sebagai linkfest

Salah satu fitur yang terdapat dalam sebuah blog adalah tautan (link) yang memungkinkan penggunannya untuk mencantumkan link-link dari halaman website tertentu. Dengan demikian blog dapat menghubungkan pengunjungnya untuk mengakses alamat situs lain secara lain dari sebuah blog. Hal ini memudahkan para pengguna Internet untuk mendapatkan informasi lebih akurat.

3. Blog sebagai clubhouses

Blog bisa menjadi sebuah wadah perkumpulan untuk orang-orang yang memiliki kesamaan hobi atau paradigma akan suatu hal. Melalui perkumpulan ini setiap orang dapat saling bertukar ide dan pikiran tentang hal-hal yang diminati. Secara tidak langsung blog menjadi media penghubung yang cukup terarah melalui wadah perkumpulan ini.

4. Blog sebagai soapboxes

Opini seseorang mengenai informasi terkini yang sedang tejadi di sekitarnya seringkali dituangkan dalam bentuk tulisan di sebuah blog. Berita tentang teknologi, sosial, politik, dan ekonomi banyak ditemukan di blog sehingga blog menjadi sebuah gudang informasi yang relevan untuk diakses.

5. Blog sebagai newsroom

Blog berperan sebagai media elektronik yang menyebarluaskan berita yang sedang terjadi. Perubahan kecenderungan manusia untuk mengakses berita dari media cetak menjadi media elektronik menjadikan tulisan-tulisan dalam blog sebagai sumber-sumber berita terkini secara online.

2.5.3 Fitur-fitur Blog

Blog dilengkapi oleh beberapa fitur yang dapat mendukung kegiatan penggunanya dalam blog tersebut. Setiap situs memiliki fitur-fitur yang berbeda dan tidak semua penulis blog membutuhkan setiap fitur yang disediakan. Secara umum, setiap blog memiliki fitur post, komentar, tautan (link), blogroll, sidebar, sindikasi, dan blog aggregator.

1. Post

Post atau entri blog adalah sebuah tulisan yang terpisah dengan tulisan-tulisan lainnya yang ada di dalam blog. Tulisan ini merupakan bagian utama yang menggambarkan isi dari sebuah blog.

2. Komentar

Komentar merupakan fasilitas yang memberi kesempatan bagi para pengunjung sebuah blog untuk memberikan tanggapan mengenai tulisan dalam blog.

3. Tautan (link)

Sebuah tulisan yang menghubungkan antara sebuah halaman website dengan halaman yang lain. Apabila sebuah tautan diklik dengan mouse komputer, maka halaman website baru akan terbuka.

4. Blogroll

Blogroll adalah kumpulan tautan atau link dari halaman blog atau halaman web yang sering dikunjungi oleh pemilik blog.

5. Sidebar

Sidebar merupakan bagian dari sebuah halaman blog yang berada di samping kiri, kanan atau keduanya. Sidebar juga biasanya berisi informasi-informasi tambahan tentang blog milik blogger.

6. Sindikasi

Setiap blog memiliki fasilitas yang disebut RSS (Really Simple Syndication). Dengan menggunakan fasilitas RSS ini, isi dari sebuah blog bisa disindikasi dan dibaca di tempat lain tanpa harus mengunjungi blog tersebut.

7. Blog Aggregator

Blog aggregator adalah sebuah halaman web yang mengambil sindikasi dari blog-blog yang telah dimasukkan di dalamnya, sehingga pada saat blog-blog tersebut menampilkan entri blog terbaru, entri tersebut juga akan tampil di blog aggregator. Biasanya, tujuan dari adanya blog aggregator adalah untuk membuat sebuah komunitas blogger yang memudahkan para anggota komunitasnya untuk saling membaca blog-nya masing-masing.

Semua fitur-fitur tersebut dapat digunakan untuk membangun sebuah blog yang dapat memberi manfaat bagi orang lain dan dapat meningkatkan interaksi sesama manusia di dunia maya. Untuk memudahkan pemahaman tentang struktur dan fitur yang terdapat dalam sebuah blog, penulis akan memberikan contoh tampilan sebuah blog, yaitu www.ayongeblog.com



Gambar 2.2 Struktut Umum Sebuah Blog

2.5.4 Metode-metode Pengajaran dengan Memanfaatkan Blog

Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan oleh para guru dan siswa dalam memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran alternatif dalam rangka Go Blog Action. Masing masing metode ini menekankan peran guru, sebagai fasilitator pembelajaran, aktif menulis dan mencari sumber informasi dari berbagai sumber (Adri, 2008).

1. a. Metode Pertama: Blog Guru sebagai Pusat

Pembelajaran metode ini adalah metode paling sederhana dari pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran dan sangat mungkin diterapkan pada sekolah yang tidak terlalu memiliki fasilitas komputer dan Internet yang memadai. Para siswa tidak perlu membuat blog dan pusing-pusing mengisinya secara rutin karena seluruh topik pembelajaran beserta diskusi dan interaksinya sudah terpusat di satu tempat.

Pada metode ini, para guru harus memiliki blog-nya masing-masing yang akan diisi secara rutin dengan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Melalui fasilitas komentar, para siswa beserta gurunya bisa berdiskusi secara aktif mengenai topik tersebut. Guru dan siswa juga bisa saling memperkaya wawasan dan informasinya masing-masing dengan cara memberi link pada komentar tersebut yang menuju website lain yang relevan dengan materi tersebut.

Selain diisi oleh materi-materi pembelajaran, guru bisa juga memberikan tugas-tugas sekolah bagi para siswa di blog-nya. Tugas-tugas tersebut bisa saja dikerjakan di atas kertas dan dikumpulkan di kelas atau dikumpulkan kembali via Internet. Satu hal yang pasti, para siswa dapat memanfaatkan pencarian informasi di Internet untuk membantunya mengerjakan tugas-tugas tersebut.

Tidak berhenti hanya di materi pembelajaran dan tugas sekolah, blog juga memungkinkan para penulisnya untuk memasukkan animasi, lagu, video, dan fasilitas multimedia lainnya (Kurniawan, 2008). Guru bisa memanfaatkan beragamnya konten-konten di berbagai website di dunia untuk memberikan variasi dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh konkretnya, misalnya, guru bisa menampilkan video yang menarik dan bermanfaat, yang diambil dari YouTube, sebuah situs untuk saling berbagi video dari orang-orang di seluruh dunia.

Untuk mendorong para siswa untuk aktif berdiskusi, guru bisa memberi semacam insentif tambahan nilai bagi para siswa yang aktif di blog gurunya dan memberikan komentar-komentar yang bermanfaat bagi siswa lainnya (Anwas, 2000).

Dengan adanya blog yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja, proses pembelajaran tidak berhenti hanya sampai di kelas saja. Di rumah, di warnet, atau dimanapun, para siswa bisa melanjutkan proses pembelajarannya dengan cara membaca tulisan dari gurunya di blog, sekaligus berdiskusi di sana (Saefudin, 2007).

Keuntungan dari metode ini adalah metode ini relatif cepat dan mudah bagi para siswa, karena para siswa tidak perlu membuat blognya masing-masing. Selain itu, karena semua interaksi dilakukan di blog sang guru, setiap aktivitas yang dilakukan oleh para siswa tersebut dapat dipantau dengan mudah oleh guru tersebut. Hal ini akan meminimalisir adanya kalimat-kalimat negatif dari para siswa tersebut di blog-nya (Graham, 2005). Guru tentu saja harus mempromosikan blog-nya di kelas setiap kali dia mengajar, agar para siswa mengetahui tentang blog tersebut.

1. Metode Kedua: Blog Guru dan Blog Murid yang Saling Berinteraksi

Bagi sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas komputer dan Internet, atau bagi sekolah yang berada di kota-kota besar sehingga para siswa dan gurunya lebih sering mengakses Internet, metode kedua ini sangat tepat untuk diterapkan (Enterprise, 2008). Karena siswa-siswa dan guru memiliki kesempatan lebih banyak untuk menggunakan Internet, para siswa dan guru ini seharusnya mampu mengelola blog mereka masing-masing.

Menurut Rouf (2007), pada dasarnya, metode kedua ini cukup mirip dengan metode pertama, karena blog milik sang guru masih memegang peran yang sangat penting sebagai fasilitator dan pengarah para murid dalam kurikulum pendidikan. Satu hal yang membedakan metode kedua dengan metode pertama adalah bahwa para siswa harus memiliki blog-nya masing-masing.

Kelebihan yang cukup signifikan dari metode kedua ini dibandingkan dengan metode pertama adalah bahwa para siswa akan memiliki semangat yang lebih dalam berkompetisi dengan teman-temannya. Tentu saja iklim kompetisi ini harus ditumbuhkan oleh guru dengan cara memberi berbagai bonus baik itu bonus nilai maupun bonus di dunia nyata bagi siswa yang blog-nya diurus dengan rutin dan serius (Santosa, 2005).

Menurut Adri (2008), pada tahap awal, apabila para siswa tidak memiliki blog dan mungkin saja tidak tertarik untuk memiliki blog, guru harus mendorong para siswa untuk memiliki blog. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tugas yang harus dikerjakan oleh siswa-siswanya dan dituliskan di blog-nya masing-masing. Apabila hal ini dilakukan secara berkala, setiap siswa pun akan terbiasa menulis dan membaca. Hal ini akan membuat para siswa menjadi selangkah lebih maju secara intelektual.

Terdapat sebuah contoh dari guru yang telah melakukan cara ini, yaitu Awan Sundiawan, yang memiliki blog dengan alamat awan965.wordpress.com. Pak Awan adalah guru di SMA Kosgoro Kuningan, Jawa Barat. Ia pernah memberikan beberapa tugas yang harus dikerjakan oleh para siswanya untuk kemudian ditulis di blognya.

Seperti data yang didapat dari salah satu halaman blog milik Pak Awan, dari lima kelas yang dipegang oleh Pak Awan, masingmasing kelas menyumbang sekitar 30 orang blogger. Walaupun tidak semua blogger di masing-masing kelas tersebut kemudian rutin menulis dan menjadi blogger aktif, cara ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan blog kepada siswa SMA.

1. Metode Ketiga: Komunitas Blogger Pembelajar

Metode ini adalah metode pengembangan lebih jauh dari dua metode sebelumnya. Dalam dua metode tersebut, pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran lewat blog adalah guru dan siswa dari satu sekolah yang sama (Kurniawan, 2008). Dengan metode ketiga ini, para guru dan siswa yang berada dari sekolah yang berbeda-beda dapat saling berinteraksi, berdiskusi, dan belajar di dalam sebuah blog saja. Blog tersebut dapat dikatakan sebagai pusat pembelajaran (learning center).

Metode ini membawa banyak manfaat bagi para guru dan siswa yang terlibat di dalamnya. Selain manfaat-manfaat penggunaan blog seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa manfaat tambahan yang didapatkan oleh para guru dan siswa yang berada di sekolah yang berbeda, antara lain adalah: Pertama, terbentuknya jaringan antar guru dan siswa dari sekolah yang berbeda tersebut. Murid maupun guru yang sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain, dapat saling mengenal melalui aktivitas interaksi mereka di blog bersama ini. Manfaat yang pertama ini terasa semakin signifikan apabila disandingkan dengan fakta bahwa para siswa ini gemar untuk berinteraksi lewat situs-situs jejaring sosial. Kedua, semakin banyak pihak yang terlibat dalam sebuah diskusi, isi tulisan maupun diskusi pun akan semakin kaya dan bervariasi. Bisa jadi, komunitas pembelajar yang difasilitasi lewat sebuah blog ini akan mencetuskan suatu ide yang dapat menghasilkan gagasangagasan baru.

Secara teknis, ada beberapa alternatif cara yang bisa digunakan untuk membentuk suatu komunitas blog pembelajar: Pertama, salah seorang guru memiliki inisiatif untuk membuat blog dan mengajak rekan-rekannya sesama guru untuk ikut menulis di blog tersebut. Selanjutnya, masing-masing guru tersebut juga mengajak para siswanya untuk menggunakan blog tersebut sebagai media pembelajaran. Ketiga, dengan menggunakan teknologi blog aggregator, blog milik masing-masing guru yang sudah ada sebelumnya disindikasi ke dalam suatu blog yang difungsikan sebagai komunitas pembelajarnya. Salah satu contoh blog milik para guru yang menggunakan metode ini adalah blog.pengajar.web.id, walaupun blog tersebut tidak 100% difungsikan sebagai sarana pembelajaran

2.5.5 Hasil Penelitian Mengenai Blog

Ada beberapa penelitian yang berhubungan dengan blog yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya diantaranya:

1. Penelitian Maryati (2009) yang merupakan tugas akhir skripsi dari Universitas Negeri Yogyakarta berjudul: pemanfaatan blog sebagai sumber belajar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika kelas VII B SMP Negeri 2 Mlati Sleman. Dalam penelitian ini hasil dan kesimpulan yang didapatkan adalah pemanfaatan blog sebagai sumber belajar mampu meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran matematika kelas VIIB SMP Negeri 2 Mlati Sleman. Penelitian ini hampir sama dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis karena sama-sama menggunakan pemanfaatan blog namun penelitian yang penulis lakukan adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar sedangkan penelitian di atas hanya pada motivasi belajar.
2. Penelitian Luthfi (2009) yang merupakan Jurnal FPTK UPI. Edisi15/I/Januari 2009 berjudul: Pemanfaatan teknologi web sebagai media interaktif dan pengaruhnya terhadap minat belajar bagi mahasiswa. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa, teknologi Web menjadi garda terdepan dalam jembatan penyampaian dan penyebaran informasi. Kemudian Adanya media e-Learning, e-Book, dan Web Blog telah terbukti menjadi alternatif bagi kalangan pendidikan dalam berinteraksi dalam proses pembelajaran, dan edia TIK juga telah dianggap berhasil dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar bagi para siswa atau mahasiswa. Pada penelitian ini yang diteliti oleh Luthfi berbeda dengan yang diteliti oleh penulis. Pada penelitian diatas teknologi media pembelajaran yang digunakan tidak hanya menggunakan blog tetapi juga menggunakan e-learning dan e-book dan yang diteliti adalah peningkatan minat, sedangkan yang diteliti oleh penulis adalah murni menggunakan media blog dan untuk peningkatan aktivitas dan hasil belajar biologi.
3. Penelitian Himmah (2009) yang merupakan penelitian dari jurusan matematika UMM berjudul: Penggunaan Blog Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VIII SMPN I Batu. Penelitian ini sangat berbeda dengan penelitian yang penulis lakukan. Penelitian ini bukan PTK meskipun sama menggunakan Blog namun hanya sebatas apakah Blog efektif sebagai sumber belajar.

2.5.6 Strategi Pembelajaran Menggunakan Media Blog

Implementasi penggunaan media blog dalam pembelajaran harus dimulai dari para gutu, para guru harus memiliki blog-nya masing-masing yang akan diisi secara rutin dengan tulisan-tulisan yang berhubungan dengan mata pelajaran yang diajarkan. Melalui fasilitas komentar, para siswa beserta gurunya bisa berdiskusi secara aktif mengenai topik tersebut. Guru dan siswa juga bisa saling memperkaya wawasan dan informasinya masing-masing dengan cara memberi link pada komentar tersebut yang menuju website lain yang relevan dengan materi tersebut.

Selain diisi oleh materi-materi pembelajaran, guru bisa juga memberikan tugas-tugas sekolah bagi para siswa di blog-nya. Tugas-tugas tersebut bisa saja dikerjakan di atas kertas dan dikumpulkan di kelas atau dikumpulkan kembali via Internet. Satu hal yang pasti, para siswa dapat memanfaatkan pencarian informasi di Internet untuk membantunya mengerjakan tugas-tugas tersebut.

Tidak berhenti hanya di materi pembelajaran dan tugas sekolah, blog juga memungkinkan para penulisnya untuk memasukkan animasi, lagu, video, dan fasilitas multimedia lainnya (Kurniawan, 2008). Guru bisa memanfaatkan beragamnya konten-konten di berbagai website di dunia untuk memberikan variasi dalam proses pembelajaran. Salah satu contoh konkretnya, misalnya, guru bisa menampilkan video yang menarik dan bermanfaat, yang diambil dari YouTube, sebuah situs untuk saling berbagi video dari orang-orang di seluruh dunia.

Untuk mendorong para siswa untuk aktif berdiskusi, guru bisa memberi semacam insentif tambahan nilai bagi para siswa yang aktif di blog gurunya dan memberikan komentar-komentar yang bermanfaat bagi siswa lainnya (Anwas, 2000).

Dengan adanya blog yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja, proses pembelajaran tidak berhenti hanya sampai di kelas saja. Di rumah, di warnet, atau dimanapun, para siswa bisa melanjutkan proses pembelajarannya dengan cara membaca tulisan dari gurunya di blog, sekaligus berdiskusi di sana (Saefudin, 2007).

Cara penyusunan Blog sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Siswa diberikan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi yang akan dipelajari.
2. Siswa mengakses blog dengan alamat www.biologimuda.blogspot.com
3. Siswa mempelajari dan membaca setiap petunjuk yang tertulis pada LKS
4. Siswa mengerjakan LKS yang sebagian petunjuk ada pada halaman blog
5. Siswa bertanya kepada guru jika mendapatkan kesulitan
6. Siswa menjelaskan hasil pekerjaannya secara lisan kepada teman lain
7. Siswa berdiskusi jika ada jawaban berbeda dari siswa lain
8. Siswa mempelajari materi yang ada pada halaman blog
9. Siswa mengerjakan soal latihan dan
10. Siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MAKNA CINTA S`JATI

ke tulusan cinta bkn skdr ucapan,,,!!!
karna "cinta" dtng dari hti brhrp tuk m`miliki,,,
bila k`gagalan yg qta rasakan saat m`raih "cinta" mmbwt mu rph,,,mka tu bkn "cinta" s`jati,,,
tp k`egoisan "cinta" krna "cinta" tak m`ngnl lelah,,,
,tiada kta jenuh,,,
,tiada k`putus asaan,,,
,tiada btz wktu,,,
,tiada ke bimbangan,,,
,bkn s`buah plhn,,,
jka kmu tnya apa itu cinta,,,???
mka tnyalah htimu,,,
s`brph kuat kmu m`nyayanginya,,,???
s`brpa snggup kmu brthn,,,???
s`brpa iklas kmu mmberi...???
jka s`mwa tlh trjwb mka kmu akn tw apa arti dr
mncinta dan di cintai...
dan jngn prnh mnyerah tuk mndptkan cintamu....