Sabtu, 02 Juni 2012

tugas pertanian

Serangan kutu daun Analisisnya : Kutu daun hitam memiliki lebih dari 120 inang, antara lain tanaman kamelia, kakao, kopi, teh, kina, bunga sepatu, makadamia, mangga, jeruk, dan anggrek. Kutu ini menyerang dengan cara mengisap cairan daun tanaman inang yang masih muda, buah muda, dan bunga. Serangan ini menyebabkan tanaman menjadi deformasi, daun menggulung dan layu, serta dalam beberapa kasus, terbentuk gelembung udara (pustul) pada daun. Hama ini berkumpul pada pucuk muda, kuncup bunga dan bagian bawah daun muda. kutu daun hitam ini dapat menjadi hama penting, karena dapat menghambat pertumbuhan pucuk tanaman. Kutu ini mempunyai tubuh yang lunak seperti wereng, kutu putih dan kutu-kutu lainnya yang dapat menghasilkan embun madu. Gejala serangan dijumpai adanya embun madu yang dihasilkan kutu melapisi permukaan daun dan dapat merangsang pertumbuhan/media tumbuh bagi jamur (embun jelaga). Jamur ini dapat membuat daun menjadi berwarna hitam, sehingga aktivitas fotosintesis terganggu. Apabila terjadi sangat lama, maka jamur tersebut akan sulit sekali menghilangkannya. Kutu ini juga mengeluarkan toksin melalui salivanya sehingga menimbulkan gejala kerdil, deformasi dan terbentuk puru pada helaian daun. Selain itu kutu daun hitam dapat menjadi vektor penyakit yang disebabkan oleh virus. Serangan penyakit oleh virus lebih merugikan bila dibandingkan dengan kerusakan langsung yang diakibatkan oleh serangga ini. Serangan kumbang tanduk Analisisnya : Kumbang tandukmerupakan hama yang utama menyerang tanaman kelapa sawit di Indonesia, khususnya di areal peremajaan kelapa sawit. O. rhinoceros menggerek pucuk kelapa sawit yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan rusaknya titik tumbuh sehingga mematikan tanaman Kumbang ini berukuran 40-50 mm, berwarna coklat kehitaman, pada bagian kepala terdapat tanduk kecil. Pada ujung perut yang betina terdapat bulu-bulu halus, sedang pada yang jantan tidak berbulu. Kumbang menggerek pupus yang belum terbuka mulai dari pangkal pelepah,Kumbang dewasa terbang ke tajuk kelapa pada malam hari dan mulai bergerak ke bagian salah satu ketiak pelepah daun paling atas. Kumbang merusak pelepah daun yang belum terbuka dan dapat menyebabkan pelepah patah. Kerusakan pada tanaman baru terlihat jelas setelah daun membuka 1-2 bulan kemudian berupa guntingan segitiga seperti huruf ”V”. Gejala ini merupakan ciri khas kumbang O. rhinoceros Serangan hama O. rhinoceros dapat menurunkan produksi tandan buah segar pada panen tahun pertama hingga 60 % dan menimbulkan kematian tanaman muda hingga 25 % Serangan wareng coklat Analisisnya : Kerusakan yang disebabkan dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung. Secara langsung karena kemampuan serangga wereng coklat menghisap cairan jaringan tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan akhirnya mati. Secara tidak langsung karena serangga wereng coklat dapat menjadi vektor virus penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Dengan menghisap cairan dari dalam jaringan pengangkut tanaman padi wereng coklat dapat menimbulkan kerusakan ringan sampai berat pada hampir semua fase tumbuh sejak fase bibit, anakan, sampai fase masak susu (pengisian). Gejala yang tampak dari serangan wereng coklat dapat terlihat dari daun yang menguning kemudian tanaman mengering dengan cepat (seperti terbakar). Gejala ini dikenal dengan istilah hopperbum. Dalam suatu hamparan gejala hopperbum terlihat sebagai bentuk lingkaran yang menunjukkan pola penyebaran wereng coklat yang dimulai dari satu titik kemudian menyebar ke segala arah dalam bentuk lingkaran. Dalam keadaan seperti ini populasi wereng coklat biasanya sudah sangat tinggi. Insektisida Nabati (Untuk Hama Ulat, Kutu Daun, dll) Analisisnya : Salah satu cara pengendalian yang sedang dikembangkan saat ini dengan cara pemanfaatan tumbuhan dan tanaman yang ada disekitar kita yang mudah didapat secara ekonomis dapat mengurangi biaya yang dibutuhkan dalam usaha budidaya pertanian tersebut . Tidak perlu harus membeli pestisida kimiawi (obat-obatan/racun), pemanfaatan tumbuhan dan tanaman yang memiliki sifat insektidide pada hama dengan hasil pengendalian yang hasilnya tidak jauh dari pengendalian dengan insektisida kimiawi maka alangkah baiknya bila kita mau dan mampu memanfaatkan tumbuhan/tanaman disekitar kita untuk mengendalikan hama tanaman. (insentisida ornanik) dimana bahan-bahan dasar (baku) sangat mudah kita dapatkan dan cara pembuatannya juga sangat mudah. MANFAAT Bahan-bahannya pun sangat mudah di dapatkan, bahannya adalah cabe kecil, bawang putih, tembakau, air. Ada pun cara pembuatannya yaitu sebagai berikut : -Tembakau direndam dalam air panas. -Cabe kecil dan bawang putih diblender halus. -Semua bahan di saring dan di campur + ½ sendok sabun colek. -Didiamkan 1 malam. -Besoknya sudah dapat disemprotkan pada tanaman yang terserang hama dengan perbandingan 1 : 1 Pestisida nabati Analisinya : Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (PPT). Pestisida nabati ini dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya. Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Oleh karen terbuat dari bahan alami / nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang.. Keunggulan ; - mengurangi resiko hama mengembangkan sifat resistensi, - tidak mempunyai dampak yang merugikan bagi musuh alami hama, - mengurangi resiko terjadinya letusan hama kedua, - mgnurangi bahaya bagi kesehatan manusia dan ternak, - tidak merusak lingkungan dan persediaan air tanah dan air permukaan, - mengurangi ketergantungan petani terhadap agrokimia dan - biaya dapat lebih murah. Pestisida nabati Analisinya : Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (PPT). Pestisida nabati ini dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya. Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Oleh karen terbuat dari bahan alami / nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang.. Keunggulan ; - mengurangi resiko hama mengembangkan sifat resistensi, - tidak mempunyai dampak yang merugikan bagi musuh alami hama, - mengurangi resiko terjadinya letusan hama kedua, - mgnurangi bahaya bagi kesehatan manusia dan ternak, - tidak merusak lingkungan dan persediaan air tanah dan air permukaan, - mengurangi ketergantungan petani terhadap agrokimia dan - biaya dapat lebih murah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MAKNA CINTA S`JATI

ke tulusan cinta bkn skdr ucapan,,,!!!
karna "cinta" dtng dari hti brhrp tuk m`miliki,,,
bila k`gagalan yg qta rasakan saat m`raih "cinta" mmbwt mu rph,,,mka tu bkn "cinta" s`jati,,,
tp k`egoisan "cinta" krna "cinta" tak m`ngnl lelah,,,
,tiada kta jenuh,,,
,tiada k`putus asaan,,,
,tiada btz wktu,,,
,tiada ke bimbangan,,,
,bkn s`buah plhn,,,
jka kmu tnya apa itu cinta,,,???
mka tnyalah htimu,,,
s`brph kuat kmu m`nyayanginya,,,???
s`brpa snggup kmu brthn,,,???
s`brpa iklas kmu mmberi...???
jka s`mwa tlh trjwb mka kmu akn tw apa arti dr
mncinta dan di cintai...
dan jngn prnh mnyerah tuk mndptkan cintamu....